Kemenparekraf Mitigasi Risiko Kasus Covid-19 di Sektor Pariwisata

Sugeng rawuh Sobat Togel Gajahtoto di Portal Ini! : Bandar togel online terpercaya Indonesia Nomor #1 menang berapapun pasti di bayar !!

REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali mengaktifkan upaya mitigasi risiko di sektor pariwisata sebagai respons terhadap peningkatan kasus Covid-19. Kemenparekraf Mitigasi Risiko Kasus Covid-19 di Sektor Pariwisata

“Hal ini tidak membuat masyarakat khawatir, namun tetap waspada agar dapat mengurangi risikonya,” kata Wakil Penyelenggara Produk dan Kegiatan Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Vinsensius Jemadu di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis. (14/12/2023). Indonesia Butuh 9 Juta Ahli IT di 2030, Peluang Karir Nih

Ia berpesan kepada pemangku kepentingan di sektor pariwisata tanah air untuk mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan. Termasuk kebijakan vaksinasi dan booster serta penggunaan masker bagi yang sakit.

Koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait termasuk Kementerian Kesehatan Masyarakat (Kemenkes) juga semakin diintensifkan sebagai upaya penurunan risiko. Selain itu, pihaknya juga mengimbau para pemangku kepentingan pariwisata untuk menggunakan masker bagi mereka yang sakit di dalam maupun di luar.

Meski demikian, ia meyakini Covid-19 bukanlah hal baru sehingga masyarakat, termasuk pelaku pariwisata, tidak perlu panik. “Bukan hal baru karena ini bagian dari omikron (varian Covid-19). Jadi menurut beberapa ahli (kasus Covid saat ini) tidak terlalu serius, tapi kita harus waspada,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi sektor pariwisata saat ini belum terdampak dengan peningkatan kasus Covid-19 dan belum ada pembatalan atau dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan di Tanah Air.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 6.223 kasus pada 12 Desember 2023 atau meningkat 0,1 persen pada minggu lalu. Kepala Kantor Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, situasi Covid-19 di Indonesia saat ini menunjukkan tren peningkatan kasus sejak 8-14 Oktober 2023.

READ  DKI Mulai Buka Vaksin Booster Ke-3 atau Dosis 5, Perhatikan 9 Hal Vaksinasi COVID Ini Ya

Namun tren peningkatan kasus tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan rawat inap dan kematian. Untuk itu, Kementerian Kesehatan menyatakan upaya pencegahan penularan oleh seluruh elemen masyarakat harus dilakukan secara bersamaan. Kemenparekraf Mitigasi Risiko Kasus Covid-19 di Sektor Pariwisata

Kasus Covid-19 kali ini, lanjutnya, didominasi oleh subvarian EG.5 yang merupakan turunan dari varian omikron. Ciri-ciri subvarian tersebut, kata dia, bisa saja menyebabkan peningkatan kasus dan mudahnya tertular, namun tidak ada perubahan tingkat keparahannya. Namun mobilisasi masyarakat pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 berpotensi menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *