Waspada! Kenali Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronis

Welcome Sobat Togel Gajahtoto di Website Kami! : Bandar togel online terpercaya Indonesia Nomor #1 menang berapapun pasti di bayar !!

Suara.com – Pensiunan ginjal sudah ramai dibicarakan setelah kemungkinan adanya kontaminasi etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada sirup. Ada kekhawatiran bahwa anak-anak khususnya dapat mengalami cacat organ dalam. Waspada! Kenali Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronis

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri mengeluarkan keputusan kepada beberapa negara, termasuk tenaga kesehatan dan apotek, untuk menghentikan sementara obat ini. Berapa banyak konten yang diperiksa.

Namun masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa gagal ginjal akut berbeda dengan penyakit ginjal kronis. Nah untuk memahaminya simak penjelasan berikut ini. Tingkatkan Layanan Klinis Internasional, Rumah Sakit Indonesia-Korea Selatan Jalin Kolaborasi

Gagal ginjal akut

Gagal ginjal akut adalah penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba yang terjadi dalam waktu tujuh hari. Hal ini dibuktikan dengan penurunan keluaran urin dan peningkatan kadar kreatin darah.

Penyakit ini terjadi pada 10-15 persen orang yang dirawat di rumah sakit dan lebih dari 50 persen orang yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Di sisi lain, alasannya berbeda-beda tergantung spesiesnya.

Jenisnya antara lain nefritis anterior (berkurangnya aliran darah ke kedua ginjal), nefritis internal (penyakit yang berdampak langsung pada kondisi ginjal), dan nefritis posterior (terdapat sumbatan saluran kemih bagian bawah).

Namun gagal ginjal akut biasanya disebabkan oleh sejumlah kondisi yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba. Ini termasuk dehidrasi, mual, kelelahan, sesak napas, kaki bengkak, nyeri dada, kejang, dan kebingungan.

Perawatan ginjal yang mendesak biasanya memerlukan rawat inap di rumah sakit. Jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan kematian. Perawatan mungkin termasuk cairan infus, cairan infus, atau kalsium intravena.

READ  Doni Monardo Meninggal Dunia, Jenazah Akan Disemayamkan di Makko Kopassus Cijantung

Ginjal permanen

Di sisi lain, penyakit ginjal kronis adalah hilangnya fungsi ginjal secara bertahap selama beberapa bulan atau tahun. Hal ini biasanya disebabkan oleh tiga kondisi yang mempengaruhi struktur internal ginjal.

Ini termasuk tekanan darah tinggi (menyebabkan penyempitan pembuluh darah), diabetes (kerusakan filter ginjal) dan glomerulonefritis (peradangan yang disebabkan oleh sejumlah bakteri, misalnya autoimun).

Penyakit ginjal kronis juga bisa disebabkan oleh refluks nefropati (penumpukan urin di ginjal), penyakit ginjal polikistik (penyakit genetik yang menyebabkan kista ginjal), atau obat-obatan yang dapat merusak ginjal secara permanen. Waspada! Kenali Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronis

Di sisi lain, gejala penyakit ginjal kronis antara lain rasa lelah, napas berbau amonia, nafsu makan berkurang, kulit kering dan gatal, pergelangan kaki bengkak, sering buang air kecil, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, bahkan nyeri otot.

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ginjal kronis, namun ada pengobatan yang dapat melindungi fungsi ginjal dan memperlambat perkembangan penyakit. Hal ini dimulai dengan mengidentifikasi dan mengelola akar permasalahan.

Perawatan tersebut meliputi pemberian obat antihipertensi, obat kolesterol, diuretik, zat perangsang eritropoietin, suplemen vitamin D, pengikat fosfat, dan mengharuskan pasien untuk mengikuti diet rendah protein.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *