Tak Semua Aman Dikonsumsi, Pakar Gizi Ungkap Lemak yang Baik bagi Tubuh, Apa Saja?

Selamat datang Sobat Togel Gajahtoto di Situs Kami! : Bandar togel online terpercaya Indonesia Nomor #1 menang berapapun pasti di bayar !!

Suara.com – Pedoman gizi menganjurkan mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung zat gizi makro dan zat gizi mikro seperti karbohidrat, serat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Tak Semua Aman Dikonsumsi, Pakar Gizi Ungkap Lemak yang Baik bagi Tubuh, Apa Saja?

Namun perlu Anda ketahui bahwa kandungan lemak yang dibutuhkan tubuh juga terbatas. Tentu saja tidak semua lemak aman bagi tubuh. Lemak yang dibutuhkan tubuh adalah lemak sehat alami. Lantas, jenis lemak apa saja yang menyehatkan tubuh?

Menanggapi hal tersebut, Spesialis Gizi Rumah Sakit, Dr. Raisa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K menjelaskan, lemak berperan sebagai sumber simpanan energi, melindungi organ, menjaga suhu tubuh, membantu penyerapan vitamin lemak (vitamin A, D, E, K) yang membentuk sel. . membran. dan mendukung produksi hormon.

Oleh karena itu, tubuh kita tetap membutuhkan lemak. Lemak baik dikenal sebagai lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, sedangkan lemak jahat dikenal sebagai lemak jenuh dan lemak trans. Tingkatkan Layanan Klinis Internasional, Rumah Sakit Indonesia-Korea Selatan Jalin Kolaborasi

Lemak baik berfungsi menjaga kebersihan pembuluh darah, membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan melancarkan peredaran darah sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), serta mampu mengurangi peradangan dan kolesterol dalam tubuh.

Sumber makanan lemak alami terdapat pada minyak zaitun, minyak jagung, minyak canola, minyak biji bunga matahari, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan yang tinggi omega-3 (salmon, herring, -mackerel, tuna, sarden).

Meski lemak baik yang terdapat pada sumber alami dianggap menyehatkan, namun konsumsinya tetap harus dibatasi. Sedangkan lemak jahat yang dikonsumsi tubuh bekerja dengan meningkatkan kolesterol jahat (HDL) dan dapat menurunkan kolesterol baik (LDL) dalam tubuh.

READ  Sinyal Menopause Muncul Saat Usia 40 Tahun, Dokter: Tak Perlu Takut

Banyak dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan akibat terlalu banyak mengonsumsi lemak trans, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Tanpa disadari, penumpukan lemak trans di dalam tubuh juga bisa mengganggu fungsi otak. Ahli gizi, Dr. Raisa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K (berdiri) bersama Celebrity Chef, Nicky Tirta dan Food Department Manager PT Bina Karya Prima, Roland Octasilva Layandi dalam acara Pemaparan Pidato Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2023.

Orang yang banyak mengonsumsi lemak trans memiliki peluang lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer atau demensia. Dengan kata lain lemak trans akan menurunkan kekuatan otak.Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas maksimal lemak jenuh adalah 10% dan lemak trans 1% dari total jumlah kalori yang dibutuhkan per hari.

Lemak trans terbentuk ketika lemak cair diubah menjadi lemak padat. Selama proses yang disebut hidrogenasi, hidrogen ditambahkan ke minyak nabati untuk meningkatkan umur simpan dan mempertahankan rasa makanan. Proses ini sering terlihat pada pembuatan margarin.

Saat memilih produk margarin yang berkualitas, pilihlah margarin dengan label lemak trans 0% pada fakta nutrisinya. Pastikan juga proses pembuatan margarin tidak menggunakan proses hidrogenasi.

Pada tahun 2020, bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) di Amerika Serikat melarang penggunaan minyak terhidrogenasi parsial, yang merupakan sumber lemak trans buatan terbesar, untuk digunakan dalam makanan olahan atau pasar.

Selebriti Nicky Tirta menjelaskan rutinitas hariannya untuk tetap sehat, yakni pola makan tinggi protein, rendah kalori, serat, dan lemak baik.

Untuk lemak baik, Nicky Tirta menemukannya pada alpukat, daging, dan margarin yang tidak mengandung lemak trans. Nicky Tirta pun menganjurkan pola makan yang baik untuk menjaga berat badan dan produksi energi. Tak Semua Aman Dikonsumsi, Pakar Gizi Ungkap Lemak yang Baik bagi Tubuh, Apa Saja?

READ  PB IDI: Proses Pemeriksaan Kesehatan Capres-Cawapres Harus Independen dan Imparsial

Selain makanan, Nicky Tirta juga menyeimbangkan olahraga teratur seperti pergi ke gym, Thai boxing, atau bulu tangkis. Tak hanya itu, Nicky Tirta juga memasak makanan sehat yaitu Tahu Ikan. Ikan juga dikenal tinggi lemak baik dan tahu merupakan sumber protein.

Brand Manager Kategori Makanan PT Bina Karya Prima, Roland Octasilva Layandi menjelaskan, produknya Forvita merupakan margarin bebas lemak yang dibuat dengan proses alami dan kaya akan vitamin A yang baik untuk meningkatkan fungsi dan kesehatan mata.

Proses fisika yang dimaksud adalah proses pemisahan atau proses pemanasan dan pengolahan secara berulang-ulang untuk memisahkan bagian cair (minyak goreng) dan bagian padat (margarin).

“Margarin biasanya diproduksi melalui proses kimia atau hidrogenasi yang mengubah minyak cair menjadi padat. “Proses ini menyebabkan lemak trans lebih mudah tumbuh,” tutupnya.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *