Nyeri pada Dada, Apa Pertanda Serangan Jantung?

Welcome Sobat Togel Gajahtoto di Website Kami! : Bandar togel online terpercaya Indonesia Nomor #1 menang berapapun pasti di bayar !!

Suara.com – Sakit dada merupakan salah satu penyakit yang sering kita jumpai atau keluhkan dalam kehidupan sehari-hari, dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari yang ringan hingga yang parah. Keluhan nyeri dada yang disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah jantung (arteri koroner), yang kemudian disebut penyakit jantung koroner (PJK), merupakan penyakit yang dapat berakibat fatal (kematian mendadak) jika tidak dikenali sejak dini atau tidak diobati dengan baik. Nyeri pada Dada, Apa Pertanda Serangan Jantung?

Nyeri dada akibat PJK ditandai dengan nyeri dada sebelah kiri yang terasa seperti ada beban berat yang menekan, dan mungkin disertai nyeri yang menjalar ke leher, bahu, punggung, dan lengan kiri. Keluhan nyeri dada dapat disertai keringat dingin, mual, muntah atau kesulitan seperti jantung berdebar dan sesak napas.

Kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi mengenai keluhan nyeri dada?

Jika Anda mengeluh nyeri dada yang terjadi saat beraktivitas atau istirahat yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu dan Anda memiliki riwayat faktor risiko penyakit jantung koroner seperti tekanan darah tinggi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, dan merokok, segera konsultasikan ke dokter Jantung dan darah spesialis kapal. 403

Bagaimana cara mendiagnosis penyebab nyeri dada akibat penyakit jantung koroner?

Setelah menilai karakteristik keluhan nyeri dada dan riwayat faktor risiko PJK, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan lanjutan apabila pasien diduga menderita PJK. Pemindaian elektrokardiogram (EKG) digunakan untuk menganalisis irama jantung dan perubahan listrik abnormal pada jantung yang terkait dengan PJK. Skrining treadmill umumnya digunakan untuk skrining dan deteksi PJK. CT scan arteri koroner dapat mengungkapkan penyempitan arteri koroner. Angiografi koroner (kateterisasi koroner) dapat mendeteksi dengan baik penyempitan pembuluh darah koroner pada pasien dengan kemungkinan besar terkena penyakit jantung koroner.

READ  8 Cara Aman Minum Obat untuk Anak Menurut Kemenkes, Cegah Gangguan Ginjal Akut

Pelajari tentang angiografi koroner (kateterisasi arteri koroner) dan manfaatnya

Angiografi koroner (kateterisasi pembuluh darah koroner) adalah prosedur pemeriksaan tambahan untuk mendeteksi penyumbatan pembuluh darah koroner dengan menggunakan cairan kontras yang diberikan melalui kateter yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah di lengan atau selangkangan pasien. Dokter menganalisis dan melihat aliran darah di pembuluh koroner dengan merekam gambar di layar rontgen. Cairan kontras membantu dokter menganalisis aliran darah dan mendeteksi penyumbatan pada arteri koroner. Selama angiografi koroner, pasien dalam keadaan sadar penuh.

Implantasi stent (cincin jantung) atau intervensi koroner perkutan dapat dilakukan setelah pemeriksaan koroner jika terdapat indikasi penyumbatan signifikan pada pembuluh koroner yang dapat mengganggu fungsi jantung.

Apakah angiografi koroner (kateterisasi koroner) aman?

Angiografi koroner (kateterisasi arteri koroner) merupakan prosedur yang relatif aman karena memiliki risiko komplikasi yang rendah dan dilakukan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berpengalaman.

Setelah prosedur selesai dan tanpa komplikasi, pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari.

Eka Hospital merupakan rumah sakit yang memberikan pelayanan unggul di bidang pelayanan kesehatan kardiovaskular bernama MY Kardia. Angiografi koroner (kateterisasi koroner) dapat dilakukan dengan aman di Eka Hospital dengan dukungan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berpengalaman di bidangnya. MY Cardia juga dapat melakukan prosedur/operasi jantung dan pembuluh darah, seperti implantasi PCI atau cincin jantung, implantasi alat pacu jantung terkecil di dunia, dan cryoablasi energi dingin.

Mulailah rencana sehat dengan pemeriksaan kesehatan Nyeri pada Dada, Apa Pertanda Serangan Jantung?

Penyakit jantung koroner dapat dicegah dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Melakukan pemeriksaan kesehatan dapat membantu Anda lebih memahami kesehatan Anda sehingga Anda dapat mencegah potensi risiko, seperti penyumbatan arteri koroner, pada waktunya.

READ  Jelang Nataru BPOM Amankan 86 Ribu Produk Pangan yang Tidak Memenuhi Ketentuan

Tes EKG, yang umumnya merupakan bagian dari pemeriksaan medis, dapat menilai ritme jantung yang mungkin tidak dapat Anda deteksi sendiri. Jantung merupakan organ vital yang berperan penting dalam kelangsungan hidup kita. Anda dapat mencegah timbulnya penyakit jantung sejak dini dengan pemeriksaan rutin.

Pemeriksaan fisik juga dapat membantu Anda mendeteksi potensi penyakit tertentu dengan memeriksa gula darah, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal, dan hati. Hasil pemeriksaan ini dapat menjadi pedoman dokter dalam menentukan program pencegahan dan penyesuaian gaya hidup yang dapat mencegah penyakit tersebut di kemudian hari. Datang! Pemeriksaan kesehatan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *